Rabu, 08 Juni 2011

KETATALAKSANAAN DAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN

A. Konsep Dasar Ketatalaksanaan Lembaga Pendidikan
1. Pengertian ketatalaksanaan lembaga pendidikan
Menurut Hartati Sukirman dalam bukunya administrasi dan supervisi pendidikan (2009: 33) tata laksana atau tata usaha pendidikan yaitu segenap proses kegiatan pengelolaan surat-menyurat yang dimulai dari menghimpun (menerima), mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan semua bahan keterangan yang diperlukan oleh organisasi. Dan menurut Muljani A. Nurhadi (1983: 91) ketatalaksanaan pendidikan atau tata usaha pendidikan merupakan salah satu kegiatan administrasi pendidikan di sekolah yang meliputi pembuatan surat, pengelolaan surat dan penataan arsip. Sedangkan menurut William Leffingwe dan Edwin Robinson yang telah diterjemahkan oleh The Liang Gie (2006: 10) pekerjaam kantor atau ketatalaksanaan ini pekerjaannya menyangkut segala usaha perbuatan menyangkut pembuatan warkat, pemakaian warkat-warkat dan pemeliharaannya guna dipakai untuk mencari keterangan di kemudian hari. Warkat adalah suatu surat atau dokumen tentang keuangan. Jadi ketatalaksanaan pendidikan adalah kegiatan melakukan pencatatan tentang segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi untuk digunakan sebagai bahan keterangan bagi pimpinan.

2. Jenis-jenis kegiatan dalam ketatalaksanaan atau ketatausahaan pendidikan
Bagian ketatausahaan sekolah dimaksudkan untuk dapat mempermudah proses penyelenggraan di sekolah. Secara terperinci kegiatan yang dibantu kemudahannya adalah:
a. Kegiatan yang menyangkut manajemen kurikulum
b. Kegiatan yang menyangkut manajemen siswa
c. Kegiatan yang menyangkut manajemen personil
d. Kegiatan yang menyangkut mengenai penataan inventaris sekolah
e. Kegiatan yang menunjang penataan keuangan
f. Kegiatan yang mengenai pekerjaan surat-menyurat
g. Kegiatan yang menunjang manajemen sarana
3. Rincian Tugas Bagian Tata Usaha :
a. Menyusun rencana dan program kerja tahunan Bagian serta mempersiapkan penyusunan program kerja tahunan Sekretarian Pelaksana;
b. Melaksanakan urusan kepegawaian yang meliputi perencanaan kebutuhan/formasi, pemutasian, pemensiunan, dan pengembangan pegawai di lingkungan lembaga pendidikan.
c. Melaksanakan urusan keuangan yang meliputi perencanaan, pemanfaatan/pembelajaran, pembukuan, pertanggungjawaban anggaran rutin dan pembangunan di lingkungan kantor
d. Melaksanakan urusan surat menyurat yang meliputi surat masuk, surat keluar, ekspedisi, kearsipan, dan dokumentasi;
e. Melaksanakan urusan rumah tangga kantor yang meliputi kebersihan, keamanan, ketertiban, dan keindahan di lingkungan kantor
f. Melaksanakan pengurusan alat tulis kantor di lingkungan kantor;
g. Melaksanakan pengaturan perizinan tamu;
h. Melaksanakan pengaturan dan penyediaan fasilitas rapat dinas dan upacara;
i. Mempersiapkan pemberian penerangan/informasi yang menyangkut pelaksanaan tugas kopertis.
4. Fungsi Ketatalaksanaan Lembaga Pendidikan
a. Membantu pelaksanaan pekerjaan induk dalam setiap organisasi.
b. Menyediakan keterangan untuk pimpinan.
c. Melancarkan perkembangan organisasi

B. Prosedur Penataan Ketatalaksanaan Lembaga Pendidikan
Pekerjaan ketatalaksanaan dalam lembaga pendidikan meliputi rangkain aktivitas, menghimpun, mencatat, mengelola, menggandakan, mengirim, dan menyimpan keterangan-keterangan yang di perlukan dalam setiap usaha kerjasama.
Menurut The Liang Gie (200: 50) :
1. Menghimpun yaitu kegiatan mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan dimana-mana sehingga siap dipergunakan bila mana diperlukan.
2. Mencatat yaitu meliputi kegiatan membubuhkan dengan berbagai alat tulis-menulis mengenai keterangan-keterangan yang diperlukan sehingga terwujudlah tulisan-tulisan yang dapat dibaca, dikirim, atau disimpan.
3. Mengelola yaitu bermacam-macam kegiatan mengerjakan keterangan-keterangan dengan maksud menyajikan dalam bentuk yang lebih berguna atau lebih jelas untuk dipakai.
4. Menggandakan yaitu kegiatan memperbanyak dengan berbagai cara dan alat sebanyak jumlah yang diperlukan.
5. Mengirim yaitu kegiatan menyampaikan dengan berbagai cara dan alat dari pihak pertama ke pihak lain.
6. Menyimpan yaitu kegiatan menaruh dengan berbagai cara dan alat di tempat tertentu yang aman.
Secara ringkas kegiatan penyelenggaraan pengelolaan keterangan-keterangan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Aktivitas: menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan.
2. Sasaran kegiatan: keterangan-keterangan yang berupa warkat.
3. Kerja yang nampak dikantor: mengetik, menghitung, men cap, menelfon, menyalin, memilah-milah, meletakan, menandai, menyampuli, membagi-bagi, melubangi dan sebagainya.
4. Ciri-ciri:
a. Bersifat pelayanan
b. Meliputi banyak hal
c. Dilakukan oleh semua pihak
d. Banyak memakai alat tulis, berkas mata dan pikiran
5. Peranan:
a. Membantu pelaksanaan pekerjaan induk dalam setiap organisasi.
b. Menyediakan keterangan untuk pimpinan.
c. Melancarkan perkembangan organisasi
6. Peralatan:
a. Material lembaran.
b. Meterial non lembaran.
c. Alat tulis dan non tulis.
d. Mesin kantor dan perabot kantor serta perlengkapan lain-lain.
7. Hasil kerja: formulir, surat-surat, warkat lain, buku, benda-benda berketerangan dan sebagainya.
Pekerjaan ketatausahaan bukan monopoli petugas administrasi saja, tetapi juga pegawai edukatif. Dalam bagian ini akan disajikan kegiatan tatusaha khususnya yang dilakukan oleh tenaga administratif.
Bagian ketatausahaan sekolah dimaksudkan untuk dapat mempermudah proses penyelenggaraan disekolah. Secara terperinci kegiatan ini dibantu kemudahannya adalah:
a. Kegiatan yang menyangkut manajemen kurikulum
b. Kegiatan yang menyangkut manajemen siswa
c. Kegiatan yang menyangkut manajemen personil
d. Kegiatan yang mngenai penataan inventrais sekolah
e. Kegiatan yang menunjang penataan keuangan
f. Kegiatan yang mengenai pekerjaan surat-menyurat
g. Kegiatan yang menunjang manajemen sarana

Keterangan :
a. Kegiatan tata usaha yang menyangkut manajemen kurikulum
Manajemen kurikulum adalah segala proses penyelenggaraan yang bertujuan memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar agar efektif dan efisien. Penyusunan jadwal, pembuatan kalender akademik dan sebagainya biasa dilakukan oleh kepala sekolah atau diserahkan kepada seseorang/ beberapa orang guru. Mereka hanya mengerjakan penyusunan tetapi pengerjaan penulisan ke papan tulis besar diserahkan ke tata usaha.

b. Kegiatan tata usaha yang menyangkut manajemen siswa
Pekerjaan tata usaha yang menunjang manajemen siswa banyak berhubungan dengan hak dan kewajibannya sebagai pegawai negri sipil antara lain:
1. Mendaftar calon siswa (memulai dari pengadaan formulir)
2. Mengisi buku induk dan buku lapor
3. Mengurus dan mengatur warkat-warkat jika ada pemindahan siswa
4. Mengisi daftar presensi sampai menghitung prosentasenya
5. Mengatur ruang kelas, ruang laboratorium dan ruang kegiatan lain
6. Membuat laporan dan statistik mengenai keadaan siswa setiap bulan dan setiap tahun

c. Kegiatan tata usaha yang menyangkut manajemen personil
Pekerjaan tata usaha yang menunjang manajemen personil banyak berhubungan dengan hak dan kewajibannya sebagai pegawai negri sipil antara lain:
1. Melaksanakan pengetikan dan pengaturan warkat untuk pengangkatan sebagai pegawai negri, mengatur permintaan tanda tangan dari kepala sekolah dan mengirimkannya.
2. Membantu memperbanyak salinan surat-surat keputusan serta lampiran-lampiran yang di butuhkan untuk pengurusan kenaikan pangkat, penggunaan hak cuti atau pensiun.
3. Menyiapkan, menyimpan dan mengisi kartu pegawai.
4. Menyiapkan blangko-blangko presensi pegawai.
5. Membantu kepala sekolah dalam membuat laporan statistik keadaan pegawai edukatif dan administratif.
6. Mengerjakan tugas-tugas lain, baik bersifat rutin maupun insidental.

d. Kegiatan mengenai penataan inventaris seklah
Pekerjaan inventaris sebenarnya menyangkut bagian manajemen sarana, yaitu mencatat keluar masuknya barang, pemeliharaan dan penyimpanannya. Pekerjaan ketatausahaan yang menyangkut penataan inventaris meliputi:
1. Pencatatan masuknya barang-barang, memberi label dan nomor inventaris, mengklasifikasinya.
2. Pencatatan keluarnya barang-barang misalnya digunakan, dipinjam, dihibahkan (diberikan kepada lembaga lain atau perseorangan), disingkirkan.

e. Kegiatan mengenai pekerjaan surat-menyurat
Kegiatan yang dikerjakan dalam penataan surat menyurat dipisahkan menjadi: pengurusan surat menurat masuk, pengurusan penyimpanaan surat (kearsipan) dan pengurusan surat-surat keluar.
1. Pengurusan surat-surat masuk ( agenda )
a) Mencatat nomor dan tanggal surat dalam buku agenda surat masuk yang kolomnya terdiri dari: ( tanggal diterimanya surat, nomor urut, kode, alamat surat, nomor surat, pokok surat/keterangan )
b) Menyerahkan surat kepada alamat
c) Surat dibaca oleh alamat yang dituju dan diberi disposisi
d) Surat dikembalikan kepada tata usaha untuk dibuatkan balasan ( jika memang dikehendaki demikian )
e) Tata usaha melaksanakan disposisi
f) Tata usaha menyerahkan kembali surat tersebut kepada bagian yang mengurus surat keluar
g) Pengarsipan surat tersebut
2. Pengurusan surat keluar ( ekspedisi )
Pengurusan surat keluar dilakukan dengan urutan:
a) Surat yang sudah diketik diserahkan kepada kepala sekolah untuk disetujui dan diminta tanda tangan
b) Membubuhkan cap disebelah kiri tanda tangan pimpinan
c) Memasukan surat yang akan dikirim kedalam sampul dan mengarsipkan surat tembusannya menurut cara pengarsipan
d) Mencatat surat kedalam akan dikirim kedalam buku ekspedisi
e) Mengirimkan surat tersebut ke alamat
3. Pengaturan penyimapanan suarat ( pengarsipan )
Surat-surat yang sudah selesai diproses lalu diarsipkan. Kegiatan kearsipan adalah menyimpan dan memelihara arsip tersebut dalam filing cabinet atau almari arsip agar tetap utuh dan mudah dicari kembali apabila diperlukan.
Penaganan arsip yang baik menjadi satu pertanda bahwa kantor atau lembaga itu pengelolaannya usahanya baik. Arsip adalah suatu barang-barang yang berharga yang mengandung nilai kegunaan sejarah. Apa bila pengarsipannya dilakukan dengan baik, maka warkat yang sudah lama disimpan pun kan mudah diketemukan kembali.
Cara-cara yang digunakan sebagai pedoman dalam penyimpanan arsip dilakukan:
a. Menurut tanggal masuknya surat
b. Menurut pokok/surat
c. Menurut daerah asal surat
d. Menurut abjad nama pengirim surat
Untuk lebih mudahnya, biasanya warkat arsip tersebut dimasukkan kedalam odner. Agar bahan-bahan yang terbuat dari kertas ini tidak lekas rusak dimakan ngengat, maka sebaiknya diberi kapur barus.

f. Kegiatan yang menyangkut penataan keuangan
Bermacam-macam bendahara yang ada mengerjakan administrasi keuangan. Bendahara negara yang diangkat dan ditetapkan dengan surat keputusan mempunyai tugas menerima, membagikan dan mempertanggungjawabkan. Yang dimaksud adalah bendahara yang mengurusi gaji pegawai, dan mengurusi uang otorisasi (UUDP). Uang otorisasi atau uang yang dipertanggungjawabkan, proses pengajuan permintaannya sampai dengan proses pengambilan gaji.

g. Kegiatan yang menunjang manajemen sarana
Kegiatan ketatausahaan yang menyangkut administrasi sarana yang sebenarnya sebagian besar sebenarnya telah berhubungan dengan ketatausahaan yang mengenai inventarisasi. Di samping penataan inventarisasi, tata usaha yang lain adalah ketatausahaan mengenai perencanaan pengadaan yang dimulai dari mendaftar alat/sarana, menyeleksi dan mendaftar kebutuhan.
Selain kegiatan-kegiatan yang telah disebutkan yang berhubungan dengan garapan administrasi sekolah, masih ada kegiatan lain yaitu kegiatan yang menunjang pengaturan tat ruang kantor, termasuk juga halaman dan ruang-ruang yang lain. Kegiatan ini kadang-kadang disatukan dengan kegiatan sarana menjadi kegiatan sarana dan prasarana.
Kegiatan terakhir ini hampir seluruhnya dikerjakan oleh para pekerja atau pesuruh. Kegiatannya mencakup:

1. Menjaga kebersihan ruangan, halaman dan tempat-tempat lain yang masih termasuk wilayah sekolah.
2. Menjaga keamanan khususnya pada waktu sedang tidak berlangsung kegiatan belajar mengajar di sekolah.
3. Menguras kebun dan tanaman-tanaman yang ada.
4. Mengedarkan surat edaran, pengumuman sekolah, mengantar surat ke instansi lain atau orang tua siswa dan sebagainya.
5. Menyediakan minuman untuk semua pegawai

SURAT DAN KEPENGURUSANNYA
1. Jenis-jenis surat
Beberapa jenis surat yang sering beredar didalam maupun antar instansi adalah: surat dinas, nota dinas, memorandum (memo), surat pengantar, surat kawat, surat edaran, surat undangan, surat keputusan, instruksi, surat tugas dan pengumuman.
2. Disamping ketatausahaan yang menyangkut pekerjaan administrasi dan surat menyurat, masih ada lagi ketatausahaan lain yang diperlukan disekolah.
a. Daftar Hadir Pegawai
Daftar hadir merupakan lat untuk mengetahui kerajinan atau kedisiplinan pegawai, biak edukatif maupun adminstratif. Daftar hadir ini diletakakn di meja kantor guru atau ruang kepala sekolah yang harus ditandatangani oleh pegawai apanila ia masuk kerja. Dengan demikian dapat diketahui dengan pasti kerajinan pegawai. Dari dalam daftar hadir akan membantu obyektivitas kepala sekolah dalam mengisi format BP3 .
b. Buku Piket
Selain buku daftar hadir, perlu juga disekolah disediakan buku piket. Buku ini diisi oleh guru piket agar kejadian yang muncul tiap hari dapat diketahui oleh semua guru yang bekerja di sekolah itu danterutama oleh Kepala Sekolah. Data yang tertulis dalam Buku Piket merupakan bukti otentik dari semua hal yang terjadi tiap hari.
c. Buku Notulen Rapat Sekolah
Rapat sekolah merupakan momentum penting yang tidak dapat diabaikan. Hal yang dibicarakan dalam rapat serta keputusannya harus dituliskan dalam bentuk notulen rapat. Pengisian buku notula rapat dilakukan oleh guru yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah secara bergilir.
1. Hari, Tanggal Rapat
2. Waktu dan Temapat diselenggarakannya rapat
3. Acara rapat
4. Daftar hadir rapat (siapa yang diundang dan siapa yang hadir, siapa yang tidak hadir, alasan kenap)
5. Risalah jalannya rapat
6. Keputusan rapat
7. Tanda tangan kepala sekolah dan notulis

C. Sistem Informasi Manajemen Lembaga Pendidikan
1. Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen

Pengertian Sistem
Menurut Andri Kristanto (2008: 1), suatu sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Sedangkan menurut Edhy Sutanta (2003: 4), secara umum, sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan hal atau kegiatan atau elemen atau subsistem yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan.
Menurut KBBI dalam jaringan, sistem adalah perangkat unsur yg secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas.

Karakteristik Sistem
Menurut Edhy Sutanta (2003: 4), suatu sistem mempunyai karakteristik, sebagai berikut:
a. Mempunyai komponen, komponen ialah segala sesuatu yang menjadi bagian penyusun sistem, bisa berbentuk abstrak maupun nyata, komponen sistem disebut juga sub sistem.
b. Mempunyai batas, batas diperlukan untuk membedakan suatu sistem dengan sistem yang lain. Tanpa batas sistem, akan sulit untuk menjelaskan suatu sistem.
c. Mempunyai lingkungan, lingkungan sistem adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem, lingkungan ini dapat menguntungkan maupun merugikan.
d. Mempunyai penghubung antar komponen, penghubung merupakan penjembatan komponen dalam sistem, pada penghubung ini memungkinkan terjadinya interaksi dan komunikasi setiap komponen dalam rangka menjalankan fungsinya masing-masing.
e. Memiliki masukan (input), input dalam hal ini adalah bahan yang akan diolah lebih lanjut untuk menghasilkan keluaran yang berguna.
f. Memiliki pengolahan, pengolah merupakan komponen sistem yang mempunyai peran utama mengolah masukan agar menghasilkan keluaran yang berguna bagi pemakainya.
g. Memiliki keluaran, keluaran merupakan komponen sistem yang berupa berbagai macam keluaran yang dihasilkan oleh komponen pengolahan.
h. Memiliki sasaran, setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar saling bekerja sama dengan harapan agar mampu mencpai sasaran dan tujuan sistem.
i. Mempunyai kendali, setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar tetap bekerja sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Bagian kendali memiliki peran utama menjaga agar proses dalam sistem dapat berlangsung secara normal sesuai batasan yang telah ditetapkan sebelumnya.
j. Mempunyai umpan balik umpan balik diperlukan oleh bagian kendali sistem untuk mengecek terjadinya penyimpangan proses dalam sistem dan mengembalikannya ke dalam kondisi normal.

Pengertian Informasi
Menurut Edhy Sutanta (2003: 10), informasi merupakan hasil pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang.

Fungsi Informasi
Menurut Edhy Sutanta (2003: 11), suatu informasi dapat mempunyai beberapa informasi, antara lain:
a. Menambah pengetahuan
b. Mengurangi ketidakpastian
c. Mengurangi resiko kegagalan
d. Mengurangi keanekaragaman/variasi yang tidak diperlukan
e. Memberi standar, aturan, ukuran, keputusan yang menentukan pencapaian sasaran dan tujuan.

Pengertian Manajemen
Menurut KBBI dalam jaringan, pengertian manajemen ialah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan menurut Edhy Sutanta (2003: 17), manajemen dapat diartikan sebagai proses memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan.

Proses Manajemen
Dikatakannya pula oleh Edhy Sutanta (2003: 17) Dalam upaya memanfaatkan sumberdaya manajemen tersebut, para manajer akan melakukan tiga macam proses manajemen, yang meliputi :
a. Perencanaan.
b. Pengendalian (meliputi: pengorganisasian, penggerakan, dan koordinasi).
c. Pengambilan keputusan.

Sistem Informasi Manajemen
Menurut KBBI dalam jaringan, Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
Sedangkan menurut Edhy Sutanta (2003: 19), Sistem Informasi Manajemen dapat didefinisikan sebagai kumpulan subsistem yang saling berhubungan, berkumpul, bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan bekerjasama antara bagian satu dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan (input), berupa data-data, kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik pada saat ini juga maupun di masa mendatang, mendukung kegiatan operasional, manajerial, dan strategis organisasi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan tersedia bagi fungsi tersebut guna mencapai tujuan.

2. Peranan SIM dalam Tatalaksana Lembaga Pendidikan
Aplikasi SIM dikembangkan untuk melayani kebutuhan-kebutuhan informasi setiap unit fungsional pada semua tingkatan kegiatan manajemen. Isi informasi yang dibutuhkan tergantung pada fungsi masing-masing unit fungsional yang ada. Sedangkan ciri informasi yang dibutuhkan tergantung pada jenis pembuatan keputusan yang mempunyai perbedaan tergantung pada tingkatan kegiatan manajemen. Berikut merupakan tujuan umum sistem informasi dan peranannya dalam tatalaksana pendidikan (Edhy Sutanta, 2003: 80):
a. Agar organisasi dapat beroperasi secara efisien.
SIM mengerjakan pekerjaan rutin secara lebih cepat dan mudah. Efisiensi dicapai berkat prestasi sistem pengolahan transaksi (Transaction Processing Sistems/TPS)
Contoh TPS: sistem penggajian, sistem akuntansi, sistem personalia, sistem persediaan, dll. Di UNY sendiri telah diterapkan Sistem Informasi Keuangan (SIKEU) berbasis web menyediakan fasilitas pendaftaran dan pembayaran mahasiswa.
b. Agar organisasi dapat beroperasi secara efektif.
Efektifitas merupakan target dari sistem pendukung keputusan (Decission Support Sistems/DSS). DSS memberikan informasi-informasi khusus yang tersaring dan model-model untuk simulasi. Informasi dan model tersebut dapat ditampilkan secara adhoc setiap kali dibutuhkan. DSS akan membantu manajer agar dapat mengambil keputusan yang lebih baik.
Contoh: BESMART, Sistem informasi Perpustakaan On-line (SIOLA) menyediakan sarana pencarian atau katalog dari koleksi perpustakaan UNY serta layanan akses jurnal ilmiah internasional secara elektronik melalui Proquest, SIJAKA (Sistem Informasi Penjadwalan Kuliah).
c. Agar organisasi dapat memberikan pelayanan/service yang lebih baik.
SIM memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan.
Contoh: ATM, sistem reservasi, dll. Di UNY telah menggunakan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) berbasis web telah dikembangkan untuk melayani administrasi akademik seperti perencanaan studi (KRS), pengaturan kelas, Ujian (UTS/UAS), Hasil studi (KHS/DHS), alur semester khusus, Yudisium, dan pendaftaran wisuda.
d. Agar organisasi dapat meningkatkan kreasi.improvisasi terhadap produk yang dihasilkan.
Hal ini sangat dimungkinkan karena SIM akan mengintegrasikan informasi dalam organisasi sehingga dapat membantu pengembangan usaha melalui kreasi produk.
Contoh: suatu bank melebarkan sayap usahanya pada bidang pelayanan jasa asuransi, pelayanan ONH, travel agency, dll. Di UNY telah mengembangkan UNYQUA, LIMUNY, HOTEL UNY, dll.
e. Agar organisasi dapat meningkatkan usahanya.
SIM yang baik mampu meningkatkan pangsa pasar terhadap produk yang dihasilkan. SIM akan mengakibatkan terjadinya client lock in/ competitor lock out yaitu suatu ketergantungan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan organisasi tertentu dan keengganan untuk berpindah ke tempat lain. Tentunya hal ini tidak harus mutlak terjadi pada setiap organisasi yang menerapkan SIM.
Contoh: FoodCourt UNY, KOPMA UNY
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ketatalaksanaan atau tata usaha adalah kegiatan pengelolaan surat-menyurat yang dimulai dari menghimpun (menerima), mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan semua bahan keterangan yang diperlukan oleh organisasi. Sistem Informasi Manajemen adalah kumpulan subsistem yang saling berhubungan, berkumpul, bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan bekerjasama antara bagian satu dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan (input), berupa data-data, kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik pada saat ini juga maupun di masa mendatang, mendukung kegiatan operasional, manajerial, dan strategis organisasi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan tersedia bagi fungsi tersebut guna mencapai tujuan. Manajemen ketatalaksanaan dan Sistem informasi Lembaga Pendidikan berupaya untuk mencapai hal tersebut, dengan kegiatan yang meliputi pencatatan, pengolahan, penggandaan, pengiriman, dan penyimpanan semua bahan atau informasi yang temasuk dalam data lembaga pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Hartati Sukirman dkk. 1998. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Yogyakarta: UPP IKIP Yogyakarta
Mulyani, A Nurhadi. 1983. Administrasi Pendidikan di Sekolah. Yogyakarta: ANDI OFFSET
The Liang Gie. 2000. Administrasi Perkantoran Modern. Yogyakarta: Liberty
Arikunto, Suharsimi. 2008. Manajemen Pendidikan. Yogyakarta:UNY
Edhy Sutanta. 2003. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu.
http://www.kopertis4.or.id/3_bagian/tata_usaha.html, diakses pada tanggal 27 April 2011), 19.45
http://puskom.uny.ac.id/profil-upt-puskom-uny, 27 April 2011, 20.00
http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php, 28 April 2011, 14.00
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Informasi_Manajemen, 29 April 2011, 20.20

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar